14.3.12

Kuliah 4 Perilkon: Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen


Halohaaaaaa....

Setelah sekian lama saya berpaling dari blog ini, Alhamdulillah sesuatu banget karena akhirnya bisa kembali corat-coret lagi.

Kali ini pengen posting tulisan tentang ilmu yang saya dapet pas kuliah perilaku konsumen hari Kamis tanggal  8 Maret lalu (alasan pendukung lainnya karena pak Ujang Sumarwan a.k.a dosen perilkon saya meminta mahasiswanya untuk membuat tulisan tentang materi kuliah hari itu)

Guys, ane yakin ente sekalian pernah liat iklan anak kecil pulang sekolah nyariin ayamnya pas nanya sama neneknya eh tuh anak malah disuruh makan dulu, atau iklan ayah dan anak yang lagi sikat gigi di kamar mandi sambil joget-joget sama boyband SM*SH,  iya kan? Pernahkan? *ngaku deh, pasti pernah. Nah beberapa iklan yang saya sebutkan tadi adalah contoh iklan yang menurut saya pribadi tergolong iklan yang unik karena mereka punya cara tersendiri dan gak biasa untuk menarik perhatiaan penonton yang liat iklan tersebut.

Nah, tulisan saya kali ini akan banyak membahas tentang pengolahan informasi dan persepsi konsumen.
So, cekidooot guys!!

Pengolahan informasi pada diri konsumen terjadi ketika salahsatu pancaindra konsumen menerima input dalam bentuk stimulus yang dapat berbentuk produk, nama merek, kemasan, iklan, dan nama produsen. Biasanya stimulus ini sengaja dirancang khusus sama produsen biar bisa menarik perhatian si konsumen. Nah, yang tak kalah penting adalah produsen harus memahami bagaimana konsumen mengolah informasi karena  dari pengetahuan inilah produsen bisa merancang proses komunikasi yang efektif bagi konsumen.
Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) yang mengutip William McGuire ada lima tahapan pengolahan informasi yaitu:
1. Pemaparan (exposure)
2. Perhatian (attention)
3. Pemahaman (comprehension)
4. Penerimaan (acceptance)
5. Retensi (retention)

Biar lebih paham ilmunya dan nanti pas ujian lancar ngejawab soalnya, mari kita telaah satu persatu. :D

1. Pemaparan (exposure)
Pada tahapan pertama ini produsen akan melakukan penyampaian stimulus kepada konsumen. Banyak hal yang bisa dijadikan sebagai stimulus, produsen dapat menggunakan  iklan, kemasan, merek, dan hadiah.
Biasanya setelah konsumen menerima stimulus melalui panca indranya maka ia akan merasakan sensasi alias respon langsung dan cepat terhadap stimulus yang ia rasakan. Setiap konsumen biasanya memilki tingkat sensasi yang berbeda-beda. Sebagai contoh,  Konsumen yang tinggal di Jakarta akan terbiasa mendengarkan berbagai bunyi kendaraan yang keras, baik dalam kondisi beraktivitas maupun saat tidur sekalipun berbeda halnya dengan konsumen yang tinggal di pedesaan dan tidak terbiasa dengan suara keras.
Sensasi dipengaruhi oleh ambang absolut dan ambang berbeda
a) Ambang Absolut
Merupakan jumlah minimum intensitas atau energi stimulus yang diperlukan oleh konsumen agar ia merasakan sensasi. Ambang ambsolut dianggap sebagai titik dimana seorang konsumen merasakan perbedaan antara "ada" dengan "tidak ada" dari suatu stimulus.

Contohnya, seorang kosnumen bisa melihat dan membaca merek suatu produk di billboard ukuran tulisan 30 cm mungkin dari jarak 200 meter, sedangkan konsumen lainnya bisa melihat itu dalam jarak 100 meter. Dan angka 200 meter-100 meter itulah yang disebut ambang absolut bagi konsumen.

Terkadang, konsumen memperoleh stimulus dengan intensitas yang sering dan sama. Pada awalnya, mungkin akan menarik perhatian konsumen, akan tetapi selanjutnya akan menimbulkan sensory adaptation atau adaptasi terhadap stimulus tersebut. Topik adaptasi ini menjadi perhatian para pemasar karena akan berakibat tidak efektifnya  komunikasi yang disampaikan kepada konsumen.

Advertising wearout adalah sebuah keadaan dimana Konsumen mungkin akan merasa bosan dengan iklan yang terus menerus ditayangkan dan dilihat oleh mereka. Kemudian, konsumen akan lebih selektif nih dalam memilih stimulus mana yang akan dilihatnya, proses ini disebut selective exposure. Selain itu konsumen juga sering melakukan Zapping  yaitu mengubah-ubah saluran ketika menonton televisi.  Kebiasaan yang dilakukan konsumen seperti sensory adaptation, advertising wearout, selective exposure, dan zapping mendorong para pemasar dan pengiklan untuk lebih kreatif dalam merancang komunikasi pemasaran berbagai macam produknya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan pihak pengiklan atau pemasar untuk menghadapi masalah diatas:
1. Meningkatkan intensitas stimulus
Penanyangan iklan pada pertandingan olah raga misal pertandingan tinju atau sepak bola, biasanya iklan  yang di tampilkan hanya satu atau dua produk. Sehingga iklan tersebut ditayangkan  berulang-ulang. Hal ini dapat meningkatkan intensitas stimulus.
2. Mengurangi intensitas stimulus
Dapat dilakukan dengan penayangan iklan tanpa suara atau iklan yang singkat, contohnya iklan provider 3 yang hanya menuliskan: 3 , Mau??. Hal ini bertujuan untuk mengurangi intensitas stimulus.
3. Memberikan variasi terhadap stimulus
Dapat dilakukan dengan membuat iklan menjadi beberapa versi. Misalnya iklan Pepsodent ‘Ayah Adi dan Dika’ yang memiliki variasi mulai ajakan ke dokter gigi hingga gerakan tarian 21 hari. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen dan menyebabkan rasa penasaran konsumen terhadap versi berikutnya.
Gambar 1
Gambar 2

Kedua gambar diatas merupakan contoh dari ambang batas pada billboard.


b. Ambang berbeda
Menurut Schiffman dan Kanuk (2010) batas perbedaan terkecil yang dapat dirasakan antara dua stimulus yang mirip disebut sebagai ambang berbeda. Konsep ini juga dikenal dengan istilah  The Just Noticeable Difference Threshold (JND). Konsep JND ini digambarkan dengan, apabila produsen ingin menurunkan harga produknya, berapa harga ynag harus diturunkan sehingga konsumen dapat merasakan adanya penurunan harga. Begitu pula dalam hal kenaikan harga. JND bertujuan agar (a) perubahan negatif terhadap produknya tidak nampak oleh konsumen (misalnya pengurangan ukuran, penurunan kualitas, atau kenaikan harga, perubahan ini diharapkan di bawah nilai JND) (b) perubahan positif terhadap produk harus terlihat oleh konsumen (misalkan perbaikan kemasan, peningkatan kualitas produk, atau penurunan harga)

2. Perhatian (attention)
Tahap berikutnya adalah perhatian.  Stimulus yang dipaparkan oleh pemasar dan diterima konsumen tidak akan secara keseluruhan mendapatkan perhatian dan dilanjutkan pada tahap pengolahan stimulus. Konsumen memiliki keterbatasan sumber daya kognitif untuk mengolah informasi yang diterimanya sehingga hanya beberapa dari stimulus saja yang dapat diolah. Perhatian akan retrivial.dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor pribadi yang meliputi motivasi dan kebutuhan dan faktor stimulus  yang meliputi ukuran stimulus, warna, intensitas, kontras, posisi, petunjuk, gerakan, kebauran, isolasi, stimulus yang disengaja, pemberi pesan yang menarik, dan perubahan gambar yang cepat.



contoh faktor stimulus pemberi pesan yang menarik

3. Pemahaman (comprehension)
Pada tahap ketiga konsumen akan mengartikan atau menginterpretasikan stimulus. Biasanya Konsumen melakukan pengelompokan stimulus, sehingga memandangnya sebagai satu kesatuan. Hal ini  disebut sebagai perceptual organization. Prinsip perceptual organization terdiri dari gambar dan latar belakang (figure and ground), pengelompokan (grouping) dan closure.

4. Penerimaan (acceptance)
Pada tahap penerimaan, setelah konsumen melihat stimulus, memperhatikan, dan memahami stimulus tersebut maka diambil satu kesimpulan mengenai stimulus tersebut. Hal ini disebut sebagai persepsi konsumen terhadap objek tersebut atau citra (images) produk.

5. Retensi (retention)
Tahapan terakhir yaitu retensi, proses memindahkan informasi ke memori jangka panjang. Informasi yang disimpan adalah interprestasi konsumen terhadap stimulus yang diterimanya. Setelah di simpan dalam  memori jangka panjang, suatu saat konsumen akan memangil kembali atau mengingat informasi tersebut sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan, hal ini biasa disebut retrivial.


Arina Febriani
Class of Consumer Behavior February 2012
Department of Management
College of Economic and Management
Class note based on Ujang Sumarwan 2011
Consumer Behavior : Theory and Marketing Application (Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran) PT Ghalia Indonesia




Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen - Fakultas Ekologi Manusia - Institut Pertanian Bogor



 

18.4.11

Untuk Perempuan

Untuk Perempuan:
*Jangan mengejarnya
Jangan mencarinya
Dia yang kan menemukanmu
Kau mekar di hatinya
...Di hari yang tepat

*Tidaklah mawar hampiri kumbang
Bukanlah cinta bila kau kejar
Tenanglah tenang dia kan datang
Dan memungutmu ke hatinya yang terdalam
Bahkan dia takkan bertahan tanpamu


*Sibukkan harimu

Potongan syair di atas bukan bikinan saya loh, tapi punyanya grup band sheila on 7. Baru sadar kalau ternyata lagu itu ada di playlist handphone, pas di denger ternyata lirik nya cukup 'menghentak' hehehe. Pun sekaligus menginspirasi saya untuk membuat karya (gak jelas) ini.
Dasar teori penulisan ini pake strategi STP (Strateging, Targeting, Positioning), efek ujian manajemen pemasaran kemaren-red. Berikut penjabarannya ; Strategi pasar, eh strategi pembaca yang saya buat adalah untuk orang-orang yang gak sengaja ngeliat judul tulisan ini dan langsung berinisiatif untuk melanjutkan membaca sampai habis :D. Targeting tulisan ini adalah para perempuan yang lagi galau, labil dan tak tentu arah karena perasaan cinta (baik yang tersampaikan atau pun tidak, baik yang bertepuk sebelah tangan atau pun tidak), Positioning (yang dalam ilmu manajemen pemasaran berarti cara pandang atau bagaimana padangan seseorang terhadap/ menempatkan suatu suatu produk, disini saya asumsikan adalah cinta) adalah jangan jadi budak cinta (ini harapan saya-red).
Setelah beberapa bulan memperhatikan gerak-gerik orang-orang disekitar saya (termasuk diri pribadi(?)) baik dalam dunia nyata ataupun maya , banyak yang lagi terombang-ambing sama yang namanya cinta (terhadap lawan jenis-red). Dengan segala situasi dan kondisi yang berbeda. Jujur saya gak tau definisi cinta (si mbah gak pernah ngasih tahu, :D), tapi katanya cinta itu bisa dirasakan, nah masalahnya adalah, yakinkah kita bahwa apa yang kita rasakan selama ini adalah cinta? atau sekedar kagum? atau cuma suka? atau sekedar ikut-ikutan temen karena banyak yang suka dan kagum sama orang itu?, atau malah gak tahu itu perasaan apa yang jelas deg2an aja kalo ngeliatnya?? (tanyakan pada hati nurani mu, nak!!)
>ya anggaplah itu benar yang namanya cinta, lalu apa yang bisa kita lakukan selanjutnya? mending kalo si 'dia' juga punya perasaan yang sama, terus jadian deh (prok.prok.prok). Yaah pacaran gak pacaran terserah anda :D, toh saya bukan orang yang berhak mengatur hidup anda sekalian, saya juga gak kontra sama orang yang pacaran, tapi agak kontra sama bentuk pacaran itu sendiri, tapi yaaah jaman sekarang bentuk pacaran juga udah variasi, yang gak pacaran pun bisa ngelakuin, bener gak??. toh pelaku tindakan ini juga sudah cukup tahu efek positif dan negatifnya buat mereka. Hidup itu penuh pilihan, boy!. Balik ke topik, itu kalo gak bertepuk sebelah tangan yaa, nah kalo ternyata bertepuk sebelah tangan dan terlanjur sudah diungkapkan? mari berpikir untuk mengatasinya :D
>kemudian anggaplah itu sekedar suka dan kagum atau ikut-ikutan temen suka sama orang (sumpah yang terakhir ini gampang banget terprovokasi yaa.:D), sampai kapan itu akan dilanjutkan???

Sodara-sodara, saya tidak akan membahas jenis-jenis perasaan secara lebih dalam berikut ciri-cirinya, hanya saja saya akan menghubungkan beberapa fenomena dengan teori dan tindakan nyata dari sudut pandang dan cerita hidup saya.
Saya juga manusia normal yang pernah ngerasain 'suka' (saya pake istilah ini aja ya) sejak tingkat sekolah dasar, ngerasain cinta (mungkin), pada tingkat sekolah lanjutan dan kagum insya allah), pada tingkat bangku kuliah. hahaha. Pernah jatuh cinta, suka dan memandang keren seseorang karena kesederhanaanya, karena kepiawannya main basket, karena kefriendlyannya? Saya pernah. Dan cukup enam tahun saja untuk itu semua tanpa ada perkembangan apa-apa (ya iyalah orang dia gak tahu dan saya gak akan pernah ngomong).
Kalau flashback ke masa lampau, pertanyaan yang muncul adalah kok bisa saya segitunya ke itu orang ya? (hanya elia yang tahu. hehehe), yang gak ada efek apa-apa buat saya, selain bakal cerita sebelum tidur ke anak atau cucu saya;" mama pernah suka sama cowok selama enam tahun dan berakhir tanpa kejadian apapun loh", semoga mereka gak mengikuti jejak saya minimal mereka bisa tidur dengerin cerita saya. hehehe.
Toh saya meneruskan kehidupan saya tanpa dia  dan perlahan 'rasa' itu juga pergi dengan sendirinya (jadi buat kalian yang patah hati, waktu akan menyembuhkan semuanya. Toh sebelum bertemu dengannya kita bisa hidup dengan sangat baik kan?). Saya yakin yang ngalamin kayak begini bukan saya sendiri. I'm not alone..

Seiring berjalannya waktu, banyaknya menyerap informasi, bertambahnya usia (kepala dua, mameen!!) saya mula membuka cakrawala bahwa cinta memang penting buat masa depan tetapi ketika datang disaat yang tepat. Saya yakin sodara-sodara sekalian sudah paham (bahkan mungkin lebih dari saya) bahwa cinta akan lebih terasa indah jika dirasakan ketika memang sudah tiba waktunya, sudah halal (nikah-red), ngapa2in juga gak bakal dosa, ya kan? nah bagi yang sudah kandung cinta (katanya) dan sudah siap, monggo ke pelaminan. Bagi ya belum, eiiitss bersabarlah sambil menata hati, yaa persiapan dululah.. :D

Fenomena yang saya temui berikutnya adalah pengharapan beberapa gadis (termasuk saya mungkin (?)) terhadap satu orang lelaki yang mereka selalu bilang subhanallah sekali, anggota CSI (calon suami idaman), masa depan cerah, searchingan sejuta ummat dan bla.bla (Sorry. saya gak akan nyebutin namanya). Para gadis pun selalu mencari informasi tentang si CSI, buka-buka profil fb nya (nyari tahu perkembangan aktifitas terbarunya, liat2 foto dan bla.bla.), ya kalau bagi saya sih gak apa2, asal siap saja dengan kemungkinan terburuknya (makin liat, makin kagum/cinta, berakhir sakit kalau tidak sesuai harapan), saya tidak menetang pelaku tindakan ini karena (mungkin) saya juga begitu. Yang saya coba refresh kan adalah jika memang kita mengharapkan laki-laki yang shaleh dan bla.bla (yang tergolong CSI) maka kita juga harus bisa menjadi CII (calon isteri ideal) buat mereka, kita juga harus selalu memperbaiki diri, menjaga kehormatan dan bla.bla.bla. (tapi niat utama harus lkarena Allah :D), gelar CII mah tinggal ngikutin di belakang, betul tidak??.

Dan yang gak kalah penting : BE YOUR SELF!. Jangan pernah mau jadi 'orang lain' buat menarik perhatiaan si CSI. Setiap dari diri kita punya inner beuty kok tapi mungkin gak semua orang bisa keliatan :D. 
Yah intinya mah berharap boleh, jangan kebablasan aja, terus perbaiki diri biar bisa jadi yang lebih baik. Kalau ternyata 'level' kita sudah lebih tinggi dari si CSI tadi, bisa aja kita dikasih yang 'lebih' dari dia kan?.
Ingat selalu bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik dan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.
Jangan lupa juga bahwa laki-laki yang baik-baik hanya untuk perempuan yang baik-baik, perempuan yang baik-baik hanya untuk laki-laki yang baik-baik, begitulah sebaliknya laki-laki yang buruk hanya untuk perempuan yang buruk dan perempuan yang buruk hanya untul laki-laki yang buruk. So, kalau ingin mendapatkan pasangan yang subhanallah sekali, kita juga harus berusaha jadi lebih baik.

Nah, selama menunggu 'waktunya' tiba, selain terus memperbaiki diri, kita juga harus menyibukan diri (kembali ke lirik lagu di atas-red), yaa tentunya dengan hal-hal yang positif, kayaknya saya gak perlu ngejabarin lagi deh, (insya allah sodara2 lebih paham dari saya). Pun berdasarkan hirarki kebutuhan menurut om Maslow, di piramida paling atas beliau menempatkan aktualisasi diri, setelah kebutuhan fisioligis, rasa aman,sosial, dan penghargaan. Jadi mengaktualisasi diri adalah sebuah kebutuhan, loh. :D
so the conclution: jangan pernah jadi budak cinta (artian negatif), teruslah berkarya, habiskan masa muda kita dengan hal2 yang bermanfaat buat orang banyak, orang disekitar kita, minimal bermanfaat untuk diri sendiri, aktualisasi diri, mameen :D

satu puisi yang lagi saya sukaaa banget:
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada" (puisi Djoko Damono)

#the end

*setelah dapet pencerahan dari seseorang, akhirnya saya bisa menulis lagi, tentang apa yang saya rasakan, saya pikirkan, dan saya alami.

dengan backsound lagu Al-I'tiraf nya bang Haddad Alwi

Bogor, 9 April 2011

18.12.10

Perpisahan (ada) karena pertemuan

Bismillah. 
Keputusan yang tidak pernah saya sesali:
bergabung dalam BEM TPB KELUARGA 46.

Awal Desember 2009:
Pulang ke asrama selepas kuliah, mendapati nama saya tercantum di sebuah kertas di mading asrama A3, kertas pengumuman hasil seleksi open recruitment BEM TPB.
ARINA FEBRIANI berada diantara sembilan nama lainnya yang tergabung dalam depertemen Sosial Kesejahteraan Mahasiswa.

Kumpul Perdana di plataran gymnasium:
Perekenalan, Buat Jargon, Pulang!! masih pada pendiam belum keliatan Aslinya. hehehehe.

21 Desember 2009 @ RK. Toyyib:
Pelantikan dan pengambilan sumpah. Dan kita memulai perjuangan itu..

Seiring berjalannya waktu, ketika kita harus melangkah hanya bersembilan (kehilangan satu personil- you know who), tertatih memikirkan Program Kerja, RKAT, RKAD disebuah bangku milik rusunawa. 

Know Your Body: (28 Maret 2010 @ Lobi Rusunawa)
Proker EO pertama kita.
Ketika seminar kesehatan yang dibuat sedikit peminatnya.
Ketika  harus ambil 'jatah' kuliah demi menyebar proposal atau menghubungi pembicara dan pihak dinas kesehatan.
Ketika setiap pagi kumpul di agrimart, menunggu pasokan jeruk dari Gugi untuk dijual dikelas masing-masing.
Ketika hujan di sore hari menyerang bara, justru menyebar proposal meskipun hasilnya nihil.
Ketika harus mendekor ruangan hingga pukul tiga dini hari.
Ketika Salli pingsan tepat malam sebelum hari-H pelaksanaan seminar.
Ketika hujan deras mengguyur dan angin kencang menyerang saat acara kita berlangsung.
Ketika evaluasi setelah kegiatan, dan saya berkata,"teman-teman, acara kita defisit tujuh ratus ribu!"
Dan saya akan selalu mengingat masa-masa itu..

GCC SCHOLEX (8 Mei 2010 @ audit FPIK)
Proker EO kedua kita.
Mengambil momentum hari pendidikan nasional.
Mencoba memberikan harapan dan motivasi untuk teman-teman kita yang membutuhkan informasi tentang beasiswa dan keberlangsungan pendidikannya.
Menghadirkan pembicara luar biasa sekelas Septian Suhandono.
Mengenal makhluk sejenis Wilaga, Janto dan azka lewat acara ini.
Mengekspos MC kondang selevel Gugi dan Wilaga.
Mendapati Fakta bahwa acara kita surplus tujuh ratus ribu. (Subhanallah)

SILIH ASIH
Yang paling saya ingat adalah saat menyaksikan Salli dan Adi 'ribut' gara-gara proker ini. 
Sumpah!! kocak banget. (Ade juga liat kan mereka ribut kaya' apa?!)
Koar-koar sosialisasi di 28 kelas besar,
Mengumpulkan rupiah demi rupiah,
Amplop coklat yang sudah lusuh karena disebar setiap dua minggu sekali.
semoga dana yang dikumpulkan tersalurkan sesuai dengan tujuan proker ini. Amin.

Bakti Sosial
Meski awalnya ingin dalam bentuk sunatan masal,
ternyata yang terbaik adalah dalam bentuk penyaluran sembako.
Mulai tidak mendapati wajah teman-teman ketika rapat,
mungkin pada banyak tugas dan agenda lain.
Tapi jujur, saya merasa kehilangan. Hiks. Hiks.

Untuk kalian para pejuang kesejahteraan:

Surya Sallina:
My partner in crime..
Ingat saat temen-temen yang lain pada ikut sepeda ria eh kita malah ngangkut barang, pindahan ke kosan. Dasar Bocah.! 
Atau saat kita ngitung uang silih asih yang banyak recehnya dikamar gue sampe jam dua malem (kebanyakan ngobrol sih!!).
Saat semua orang malam takbiran idul adha pada dirumah nya masing-masing, eh kita malah jalan keliling mall (kamuflase, biar gak nangis karena denger takbir sendirian di kosan, nasib anak rantau ya say..).
Salli yang suka 'nodong' buat bayar uang kas (maaf ya arin suka telat bayarnya).
Selalu inget omongan salli pas gue tanya, " Sal, kenapa milih soskemah?", dan lu ngejawab, "gue pengen jadi lala (marshanda-red) dalam pelem BIDADARI yang selalu nolong orang rin, gue pengen bisa nolong orang yang lagi kesusahan, dan gue pikir soskemah salah satu jalannya!" Subhanallah..
Salli yang jiwa sosialnya tinggi, perasa, baik, kadang telmi, emosi yang meluap-luap, pelupa untuk beberapa hal, kadang gak nyambung juga kalo lagi rapat atau ngobrol, super sibuk dengan segala organisasinya, pernah nangis beberapa kali saat rapat. 
Salli, jaga kesehatan ya, (jangan pingsan lagi, sumpah lu berat kalo mesti di angkat-angkat),, mari kita fokus untuk kuliah dan masa depan kita (Ceileeeeee) dan menata emosi hati kita ya salli.
Meski kita bakal jarang ketemu (kecuali jodoh ketemu di bara dan sekitarnya), gue selalu siap dengerin cerita lu.. Jagain Herlinnya.
Anggina Sari Salmi Lubis:
Gin, inget gak tiap jumat pagi pasti lu ke kamar gue atau gue ke kamar lu, dengan pertanyaan yang sama: " udah bikin laporan biologi belum? nyontek doooong!!!",
atau setiap hari Rabu pagi, " Riin, pinjem raker kimia dong??? (efek satu kelas sama anggi)
Atau saat gue pas banget keluar pintu kamar dan lu lagi nenteng handuk beserta peralatan mandi lu, " Rin, gua numpang mandi di kamar mandi lorong lu yaaaaaa!! (efek lorong kita letaknya deketan banget)", saat kita ngobrol gak penting dari bilik kamar mandi yang berbeda.
Anggina yang cerdas (nilainya bagus semua mesti SKS-an), kritis, rada pedes kalo ngomen, dan sifat se'bodoh amat' nya lu, tampang lu yang aneh banget kalo lagi bengong..
Selamat berkarya di HIMAKAHI ya gin.. 
Gue doa'in semoga lu bisa jadi dokter hewan yang sukses, bisa lulus kurang dari lima tahun, bisa buat rumah sakit hewan (ntar gue manajernya yaa), ketemu sama cowok ganteng yang punya perusahaan terus lu married sama dia (cita-cita lu banget kan gin? hehee).

Herlin Herliansyah:
Tersentuh banget pas denger cerita hidup Herlin saat kita mabit di musholla A3 ditemani sekdep nya advokasi (Salsa-red) yang lagi riweuh ngurusin proposal bulan aspirasi, meskipun saat itu minus anin yang terlanjur terlelap dikamarnya anggin.
Herlin yang suka banget tidur (inget cerita herlin yang ketiduran di toilet), 
Herlin yang gak mau banget berurusan sama duit (nyadar gak lin, efeknya di beberapa proker kita Dikau jadi sekretaris terus dan daku jadi bendahara).
Herlin yang lumayan banyak konflik sama Salli (kalo di inget-ingte lagi, itu kejadiannlucu banget dah!!).
Herlin yang sabar, tabah, kuat, idealisme tinggi, meski kadang arin roaming juga kalo 'sunda'nya keluar. Semangat ya Herlin..
Jangan kebanyakan konflik sama Salli (kalian kan bakal bareng selama beberapa tahun ke depan, titip Salli ya, kalo dia macem2 laporin aja. hehehehe).
Herlin, jangan lupa makan...

Anindya Putri YH:
Miss Hortikultura kita,. prok.prok.prok..
Kangen ih sama anin, udah lama banget gak ketemu. Bahkan saat kita di demosioner (lepas masa jabatan-red) gak ketemu juga.. lagi sibuk apa say?
 Inget kajadian pas rapat, saat Salli gak sengaja mukul luka di kaki anin??
saat lu bercucuran airmata menahan sakit kita malah ketawa, maaf ya nin, abis ekspresi lu yang kaget plus teriak nahan sakit ditambah ekspresi Salli yang begong karena gak sadar sudah 'menganiaya' lu cukup membuat gue geli.
Anin, meskipun gue dan lu punya sifat yang sama: Polos dan galau tapi kita gak boleh ababil (abg labil) okeh,, Fokus sama tujuan kita. 
Jangan mengabaikan amanah yang sudah diberikan okay sist?
Kapan-kapan kita buat forum lagi ya..Hehe

Ade Suherman:
Cieee.. yang sekarang hijarah ke DPM!!
Master Logstran kita (aplusan sama om Adi).
Suka denger cerita tentang Ade dari Jise, tapi jangan percaya ya kalo si Jise cerita yang macem2 tentang arin. Hehehe.
Ade yang bertampang polos (paling muda ya diantara kita?),
kakak yang baik (inget cerita Ade tentang adik-adik Ade saat kita lagi baksos),
Semangat menjalankan amanah baru di DPM.

Adi Purnama:
Om Adi yang diam-diam menghanyutkaan, si jago panahan, master logstran juga, hehehehe...
Denger-denger ikut HIMATETA ya? Semangat di Himpronya ya..
Jangan sombong ya om kalo ketemu,
Salam buat keponakannya.
Pasti kangen saat ngliat Adi dan  Salli 'perang mulut".
Keep Fighting ya:D

Yunan Nursyahbani Mubi:
Nan, makasih ya waktu itu minjemin motor buat Arin sama salli pindahan (maaf ya makasihnya baru sekarang. hehehe).
Semangat ya di Biokimnya (keinget cerita Yunan saat di SC tentang kegalauan Yunan sama Kimia).
Kalo mau pempek lagi, ntar sms aja ya pas Arin liburan (yang lain juga kalo mau sms aja ya, insya allah di bawain).
Tetep ceria tebarkan senyumaann. Hiiiii :D

Gugi Yogaswara:
Pak Kadept..  maaf ya kalo arin jarang bales sms konfirm,
 belum bisa menunaikan amanah dengan baik (baru inget belum ngumpul tugas evaluasi kyb sama baksos, maaf bgt ya),
pernah mangkir rapat tanpa ngasih alasan yang jelas, sering telat dateng rapat.
sorry.. sorry gi.
Teruntuk Gugi yang terkadang mengungkapkan sesuatu dengan bahasa yang 'indah' sehingga rada sulit dipahami,
yang sabar menghadapi kita-kita yang banyak tingkah dan berulah, 
yang bertanggung jawab selama menjadi kadept soskemah,
hanya Allah yang dapat membalas segalanya. 
Selamat menjalankan amanah yang sedang diemban..






Untuk kalian semua yang telah menjadi bagian dalam hidup saya:
terima kasih untuk semua ilmu, pengalaman, persahabatan, kasih sayang, kekeluargaan yang terjalin..
maaf untuk semua khilaf, dengki, kesalahan, keegoisan saya selama ini.


Meski setelah ini kita tidak akan mendapat sms jarkoman rapat lagi dari Gugi,
Meski setelah ini kita tidak akan lagi rapat di ruang komputer SC,
Meski setelah ini kita jarang dapet traktiran bakso dari Gugi atau salli,
Meski setelah ini kita akan menjalani takdir hidup masing-masing,
Meski setelah ini kita memiliki ladang perjuangan yang berbeda,

Semoga suatu saat nanti, ada masa dimata kita bisa mengingat kembali sejuta memori yang pernah kita lukis.


*NB: Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan, diringankan langkah kaki kita dalam melakukan kebaikan, kalo ada yang sidang atau seminar atau wisuda atau walimahan kabarin ya.
*Alasan kenapa saya tidak mengatakan apa2 saat kumpul terakhir kita setelah demosioner adalah karena sedang mengendalikan perasaan untuk tidak menangis didepan kalian sodara-sodara, dan karena saya ingin mengungkapkannya lewat tulisan.

Soskemah.. Bisa!! Soskemah.. Bisa..!! Soskemah: Searching, Searving, the best!! Hidup Beasiswa..!!

Perpisahan (ada) karena peretemuan.

Satu minggu pasca demosioner

Bogor, 19 Desember 2010
00:00


18.11.10

Aplikasi Praktikum Penerepan Komputer.

You don't have to be afraid of what you are
There's an answer if you reach into your soul
And the sorrow that you know will melt away

R: And then a hero comes along
    With the strength to carry on
    And you cast your fears aside
    And you know you can survive
    So when you feel like hope is gone
    Look inside you and be strong
    And then you'll finally see the truth
    That a hero lies in you

It's a long road when you face the world alone
No one reaches out a hand for you to hold
You can find love if you search within your self
And the empitiness you felt will disappear

Back to R

# Lord knows dreams are hard to follow
   But don't let anyone tear them away
   Hold on, there will be tomorrow
   In time you'll find the way

Back to R 


naah guys, ada yang tau lirik di atas lagu nya apa? penyanyinya siapa?
heheehhee yang jelas bukan saya, tapi si seksi mariah carey (kalo saya jelas lebih seksi dibanding dia. wkwkwwk).. Tapi bukan itu yang mau saya bahas mamen. Sedikit mengutarakan perasaaan nih.. (Eheem).


Akhir-akhir ini saya punya kebiasaan baru disetiap malem sebelum tidur, yaitu dengerin ini lagu sampe ketiduran dan bangun-bangun di pagi hari baterai handphone is empety.
Semua berawal dari ujian yang saya hadapi beberapa minggu lalu (UTS-red), ketika saya merasa benar-benar lemah,ketika saya merasa sudah sangat terlambat untuk belajar, ketika saya mempertanyakan apakah jalan yang saya pilih  ini sudah tepat, ketika saya merasa benar-benar tidak punya harapan, ketika saya merasa sangat membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, ketika saya merasa membahagiakan orang-orang yang saya cintai hanya sekedar catatan dalam diary saya, ketika saya membayangkan wajah kecewa orang tua saya karena nila-nilai saya yang terjun bebas.. dan saat itu saya hanya melakukan tiga hal: menangis dalam sujud panjang saya, chatting dengan sahabat saya (elia-red), dan mendengar lagu ini..

Saya yakin setiap dari kita memiliki orang-orang yang kita anggap pahlawan, entah itu karena semangat mereka atau karena kebaikan mereka, apapunlah namanya,, tapi orang-orang yang akan saya tulis ini adalah pahlawan-pahlawan dalam hidup Arina Febriani:
1. Dasril Sofyan.
Lelaki luar biasa dalam hidup saya. Dengan segala kebaikannya sehingga membangun karakter saya seperti ini. Dulu, ketika saya di sekolah dasar saya ketakutan setegah mati karena mendapatkan nilai 'jelek' di hasil ujian saya, beliau tidak menyalahkan saya untuk hal itu malah berkata. "gak papa kak, belajar lagi ya". Beliau selalu memuji saya bahkan hanya karena saya sekedar menang lomba pidato di SMP saya. Beliau selalu memenuhi permintaan saya,entah bagaimana caranya. Seingat saya sejauh ini, saya tidak pernah merasa 'dimarahi' oleh beliau. Lelaki luar biasa yang dengan keikhlasan hatinya merelakan saya meninggalkan rumah untuk belajar di Bogor  dengan biaya berjuta-juta. Lelaki luar biasa yang selalu mengirimkan uang bulanan pada saya tepat waktu. Lelaki luar bisa yang telah memberikan saya segalanya tanpa menuntut apapun dari saya. Lelaki luar biasa dengan cerita masa lalu yang luar biasa pula dan belum tentu saya bisa bertahan dimasa-masa tersulit yang beliau alami dimasa kecil. Lelaki luar biasa yang tidak pernah menghitung seberapa banyak uang yang harus ia cari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Lelaki luar biasa itu adalah pahlawan saya, dan pahlawan itu adalah ayah saya yang bahkan sampai saat ini pun belum bisa saya bahagiakan, belum bisa membalas jasa beliau, belum bisa membuat beliau berkata: Arina Febriani itu adalah putri saya. Tapi percayalah bahwa sampai detik ini pun saya sedang memperjuankan senyum di wajahmu , papa...

2.Yurni Veranita.
Wanita sederhana yang19 tahun lalu telah mempertaruhkan nyawanya untuk membawa saya ke dunia ini. Wanita luar biasa yang telah berhasil membesarkan keempat anak yang juga 'luar biasa' sifatnya. wanita luar biasa yang membantu saya mengerjakan tugas sekolah saya ketika SD, bahkan beliau yang mengerjakan ujian masak saya saat kelas enam sekolah dasar. Wanita luar biasa yang selalu mengkhawatirkan saya jika lewat jam sembilan malam saya belum ada dirumah, wanita luar biasa yang selalu mengurusi pekerjaan rumah sendiri, entah apa yang dikerjakan dua orang putrinya hingga ia bekerja sendiri.Wanita luar biasa yang selalu memanjakan saya ketika saya pulang ke rumah setiap enam bulan sekali dengan pertanyaan: hari ini mau makan apa kak?, wanita luar biasa yang punya segudang resep masakan, wanita luar biasa yang juga sempat merasakan saat-saat 'rapuh' dalm berumah tangga. Wanita luar biasa yang pernah saya buat menangis di suatu malam, ketika saya beradu argumen mengenai hak saya untuk mengejar mimpi-mimpi saya (... ).  Wanita luar biasa yang sempat menentang saya kuliah di Bogor. Kini, saat saya benar-benar terpisah dari beliau, saya merindukan saat bersama beliau, ketika disini saat saya sakit maka saya harus merawat diri saya sendiri karena tidak ada beliau yang selalu menghangatkan air untuk saya mandi ketika saya sakit, ketika disini untuk makan pun saya harus memasak sendir, menyedihkan karena dulu malas makan saat beliau memasak makanan yang tidak sesuai dengan selera saya, ketika disini saya harus menyuci sendiri teringat saat dulu saya dengan mudahnya mengotori baju karena berpikir toh bukan saya yang mencucinya dan jas . Dan wanita luar biasa itu adalah ibu saya. Wanita luar biasa nan suci dan mulia yang sampai saat ini pun belum bisa saya buat bahagia.

Untuk pahlawan saya yang masih setia menunggu kepulangan saya disetiap libur semester..
Untuk pahlawan saya yang telah mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan saya..
Untuk pahlawan saya yang selalu membuat saya menangis di kamar kos saya yang sepi ketika mengingat kebaikan-kebaikan dan jasa mereka..
Untuk pahlawan saya yang telah berhasil mendidik saya hingga menjadi seperti ini..
Untuk pahlawan saya yang selalu menjadi pembangkit semangat saya ketika saya rapuh dan terpuruk di tanah rantau..
Untuk pahlawan saya yang merelakan saya meninggalkan mereka demi mimipi-mimpi saya..
Untuk pahlawan saya yang telah memberikan saya jalan melihat dunia secara luas..
Belum ada dedikasi yang pantas untuk membalas smuanya..
Belum saat ini, tapi percayalah suatu saat nanti..
Ada air mata bahagia untuk semua pengorbanan yang telah dilakukan demi seorang: Arina Febriani.

Disaat saya benar-benar merindukan kedua pahlawan saya, diiringi backsound 'Hero' nya Mariah Carey dan air mata yang membanjiri...
Ingin berteriak: Arin sayaaaaang Kaliaaan..!!!


## makasih buat kak stevia, asprak penkom saya yang udah ngajarin buat blog, langsung saya praktek in kak..