*Jangan mengejarnya
Jangan mencarinya
Dia yang kan menemukanmu
Kau mekar di hatinya
...Di hari yang tepat
*Tidaklah mawar hampiri kumbang
Bukanlah cinta bila kau kejar
Tenanglah tenang dia kan datang
Dan memungutmu ke hatinya yang terdalam
Bahkan dia takkan bertahan tanpamu
*Sibukkan harimu
Potongan syair di atas bukan bikinan saya loh, tapi punyanya grup band sheila on 7. Baru sadar kalau ternyata lagu itu ada di playlist handphone, pas di denger ternyata lirik nya cukup 'menghentak' hehehe. Pun sekaligus menginspirasi saya untuk membuat karya (gak jelas) ini.
Dasar teori penulisan ini pake strategi STP (Strateging, Targeting, Positioning), efek ujian manajemen pemasaran kemaren-red. Berikut penjabarannya ; Strategi pasar, eh strategi pembaca yang saya buat adalah untuk orang-orang yang gak sengaja ngeliat judul tulisan ini dan langsung berinisiatif untuk melanjutkan membaca sampai habis :D. Targeting tulisan ini adalah para perempuan yang lagi galau, labil dan tak tentu arah karena perasaan cinta (baik yang tersampaikan atau pun tidak, baik yang bertepuk sebelah tangan atau pun tidak), Positioning (yang dalam ilmu manajemen pemasaran berarti cara pandang atau bagaimana padangan seseorang terhadap/ menempatkan suatu suatu produk, disini saya asumsikan adalah cinta) adalah jangan jadi budak cinta (ini harapan saya-red).
Setelah beberapa bulan memperhatikan gerak-gerik orang-orang disekitar saya (termasuk diri pribadi(?)) baik dalam dunia nyata ataupun maya , banyak yang lagi terombang-ambing sama yang namanya cinta (terhadap lawan jenis-red). Dengan segala situasi dan kondisi yang berbeda. Jujur saya gak tau definisi cinta (si mbah gak pernah ngasih tahu, :D), tapi katanya cinta itu bisa dirasakan, nah masalahnya adalah, yakinkah kita bahwa apa yang kita rasakan selama ini adalah cinta? atau sekedar kagum? atau cuma suka? atau sekedar ikut-ikutan temen karena banyak yang suka dan kagum sama orang itu?, atau malah gak tahu itu perasaan apa yang jelas deg2an aja kalo ngeliatnya?? (tanyakan pada hati nurani mu, nak!!)
>ya anggaplah itu benar yang namanya cinta, lalu apa yang bisa kita lakukan selanjutnya? mending kalo si 'dia' juga punya perasaan yang sama, terus jadian deh (prok.prok.prok). Yaah pacaran gak pacaran terserah anda :D, toh saya bukan orang yang berhak mengatur hidup anda sekalian, saya juga gak kontra sama orang yang pacaran, tapi agak kontra sama bentuk pacaran itu sendiri, tapi yaaah jaman sekarang bentuk pacaran juga udah variasi, yang gak pacaran pun bisa ngelakuin, bener gak??. toh pelaku tindakan ini juga sudah cukup tahu efek positif dan negatifnya buat mereka. Hidup itu penuh pilihan, boy!. Balik ke topik, itu kalo gak bertepuk sebelah tangan yaa, nah kalo ternyata bertepuk sebelah tangan dan terlanjur sudah diungkapkan? mari berpikir untuk mengatasinya :D
>kemudian anggaplah itu sekedar suka dan kagum atau ikut-ikutan temen suka sama orang (sumpah yang terakhir ini gampang banget terprovokasi yaa.:D), sampai kapan itu akan dilanjutkan???
Sodara-sodara, saya tidak akan membahas jenis-jenis perasaan secara lebih dalam berikut ciri-cirinya, hanya saja saya akan menghubungkan beberapa fenomena dengan teori dan tindakan nyata dari sudut pandang dan cerita hidup saya.
Saya juga manusia normal yang pernah ngerasain 'suka' (saya pake istilah ini aja ya) sejak tingkat sekolah dasar, ngerasain cinta (mungkin), pada tingkat sekolah lanjutan dan kagum insya allah), pada tingkat bangku kuliah. hahaha. Pernah jatuh cinta, suka dan memandang keren seseorang karena kesederhanaanya, karena kepiawannya main basket, karena kefriendlyannya? Saya pernah. Dan cukup enam tahun saja untuk itu semua tanpa ada perkembangan apa-apa (ya iyalah orang dia gak tahu dan saya gak akan pernah ngomong).
Kalau flashback ke masa lampau, pertanyaan yang muncul adalah kok bisa saya segitunya ke itu orang ya? (hanya elia yang tahu. hehehe), yang gak ada efek apa-apa buat saya, selain bakal cerita sebelum tidur ke anak atau cucu saya;" mama pernah suka sama cowok selama enam tahun dan berakhir tanpa kejadian apapun loh", semoga mereka gak mengikuti jejak saya minimal mereka bisa tidur dengerin cerita saya. hehehe.
Toh saya meneruskan kehidupan saya tanpa dia dan perlahan 'rasa' itu juga pergi dengan sendirinya (jadi buat kalian yang patah hati, waktu akan menyembuhkan semuanya. Toh sebelum bertemu dengannya kita bisa hidup dengan sangat baik kan?). Saya yakin yang ngalamin kayak begini bukan saya sendiri. I'm not alone..
Seiring berjalannya waktu, banyaknya menyerap informasi, bertambahnya usia (kepala dua, mameen!!) saya mula membuka cakrawala bahwa cinta memang penting buat masa depan tetapi ketika datang disaat yang tepat. Saya yakin sodara-sodara sekalian sudah paham (bahkan mungkin lebih dari saya) bahwa cinta akan lebih terasa indah jika dirasakan ketika memang sudah tiba waktunya, sudah halal (nikah-red), ngapa2in juga gak bakal dosa, ya kan? nah bagi yang sudah kandung cinta (katanya) dan sudah siap, monggo ke pelaminan. Bagi ya belum, eiiitss bersabarlah sambil menata hati, yaa persiapan dululah.. :D
Fenomena yang saya temui berikutnya adalah pengharapan beberapa gadis (termasuk saya mungkin (?)) terhadap satu orang lelaki yang mereka selalu bilang subhanallah sekali, anggota CSI (calon suami idaman), masa depan cerah, searchingan sejuta ummat dan bla.bla (Sorry. saya gak akan nyebutin namanya). Para gadis pun selalu mencari informasi tentang si CSI, buka-buka profil fb nya (nyari tahu perkembangan aktifitas terbarunya, liat2 foto dan bla.bla.), ya kalau bagi saya sih gak apa2, asal siap saja dengan kemungkinan terburuknya (makin liat, makin kagum/cinta, berakhir sakit kalau tidak sesuai harapan), saya tidak menetang pelaku tindakan ini karena (mungkin) saya juga begitu. Yang saya coba refresh kan adalah jika memang kita mengharapkan laki-laki yang shaleh dan bla.bla (yang tergolong CSI) maka kita juga harus bisa menjadi CII (calon isteri ideal) buat mereka, kita juga harus selalu memperbaiki diri, menjaga kehormatan dan bla.bla.bla. (tapi niat utama harus lkarena Allah :D), gelar CII mah tinggal ngikutin di belakang, betul tidak??.
Dan yang gak kalah penting : BE YOUR SELF!. Jangan pernah mau jadi 'orang lain' buat menarik perhatiaan si CSI. Setiap dari diri kita punya inner beuty kok tapi mungkin gak semua orang bisa keliatan :D.
Yah intinya mah berharap boleh, jangan kebablasan aja, terus perbaiki diri biar bisa jadi yang lebih baik. Kalau ternyata 'level' kita sudah lebih tinggi dari si CSI tadi, bisa aja kita dikasih yang 'lebih' dari dia kan?.
Ingat selalu bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik dan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.
Jangan lupa juga bahwa laki-laki yang baik-baik hanya untuk perempuan yang baik-baik, perempuan yang baik-baik hanya untuk laki-laki yang baik-baik, begitulah sebaliknya laki-laki yang buruk hanya untuk perempuan yang buruk dan perempuan yang buruk hanya untul laki-laki yang buruk. So, kalau ingin mendapatkan pasangan yang subhanallah sekali, kita juga harus berusaha jadi lebih baik.
Nah, selama menunggu 'waktunya' tiba, selain terus memperbaiki diri, kita juga harus menyibukan diri (kembali ke lirik lagu di atas-red), yaa tentunya dengan hal-hal yang positif, kayaknya saya gak perlu ngejabarin lagi deh, (insya allah sodara2 lebih paham dari saya). Pun berdasarkan hirarki kebutuhan menurut om Maslow, di piramida paling atas beliau menempatkan aktualisasi diri, setelah kebutuhan fisioligis, rasa aman,sosial, dan penghargaan. Jadi mengaktualisasi diri adalah sebuah kebutuhan, loh. :D
so the conclution: jangan pernah jadi budak cinta (artian negatif), teruslah berkarya, habiskan masa muda kita dengan hal2 yang bermanfaat buat orang banyak, orang disekitar kita, minimal bermanfaat untuk diri sendiri, aktualisasi diri, mameen :D
satu puisi yang lagi saya sukaaa banget:
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada" (puisi Djoko Damono)
#the end
*setelah dapet pencerahan dari seseorang, akhirnya saya bisa menulis lagi, tentang apa yang saya rasakan, saya pikirkan, dan saya alami.
dengan backsound lagu Al-I'tiraf nya bang Haddad Alwi
Bogor, 9 April 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar